Aku ingin berbagi tentang sesuatu yang secara manusiawi entah mengapa sangat nikmat ketika kita melakukannya, tapi sangat benci ketika kita diperlakukan seperti itu di belakang kita. Tau apa? Yak, ngomongin orang di belakang a.k.a. ghibah.

Ketika kamu membicarakan keburukan seseorang denganku, aku yang belum kenal & belum bertemupun bisa ikut benci dengannya. Padahal apa yang kamu tau tentang dia bisa jadi salah.

Kejamnya adalah, orang yang kamu bicarakan keburukannya padaku itu, tak punya hak jawab. Pun aku, mungkin tak punya waktu untuk mengkonfirmasi pada orang tsb apakah keburukannya yang disampaikan padaku benar atau tidak. Seringnya aku hanya akan menelan mentah-mentah apa yang kamu sampaikan & menanamkan apa yang kamu ceritakan tentang orang tersebut dalam otakku.

Dan di islam diajarkan, yang berdosa itu, bukan saja penyebar ghibahnya, tapi juga pendengarnya. Hati-hati. Mendengarkan curhat boleh, tapi begitu orang yang curhat padamu mulai membicarakan keburukan seseorang, gantilah topik atau tinggalkan dia.

Disamping membunuh karakter orang yang dibicarakan di belakang tsb, sesunggnya kita sama-sama akan berdosa, entah info yang dibicarakan itu benar atau salah. Bila keburukan yang dibicarakan benar, namanya ghibah, dosalah kita. Pun kalau tidak benar, namanya fitnah, lebih dosa lagi, fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan.

Yuk stop ngomongin kejelekan orang lain di belakang.

#NoteToMySelf