Kesuksesan bukan milik semua orang, kesuksesan adalah milik orang yang mau sukses

Saya bertemu dengan Pak Henry, Owner Autobridal Car Wash yang sudah menjalankan bisnisnya selama 8 tahun dan sudah dibeli secara franchise hingga 70 kali.

Saya berangkat bersama teman-teman HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Perguruan Tinggi ITB. Bersama Refki Hedianto PL’07, Alvian Chris Pradana PL’08 (Cepe), Atiko Mahendra, Fadhel GL’10, Fransiska P.W. IF’08, Hazmanu Hermawan Yosandian GL’09, Muhammad Fadhil Arif PL’10, Rike Giri Cahyadi, SBM’09, Findy Idoliany SBM’09, Ronald dan lain-lain.

Beliau berkata, “Mau sukses? Segera cari pengalaman! Saya mulai bisnis sejak SMA, andaikan saya dapat memulai lebih awal, sejak SMP, atau mungkin SD bila memungkinkan.” wah ada apa ini? Saya saja baru mau mulai bisnis saat kuliah, beliau yang sudah mulai sejak SMA kok berandai-andai bisa memulai sejak SMP? Saya menjadi penasaran dan semakin ingin mendengarkan cerita beliau dengan seksama.

1. Sekilas perjalanan hidup beliau:

1.1.   Kepahitan yang Membuatnya Harus Berbisnis sejak SMA.

Awal cerita, beliau menempuh pendidikan SMA di Jogja dengan ngekos dan mendapat kiriman dari orang tua. Namun seiring berjalannya waktu dan semakin seretnya kondisi ekonomi saat itu, orang tua beliau mulai mempersulit beliau dalam urusan uang. Akhirnya beliau “pundung” dan menelpon orang tuanya untuk tidak usah mengirim uang sekalian. Awalnya beliau menganggap ini gertakan, dan ternyata memang benar-benar tidak dikirimi oleh orang tua beliau. Oke, tak apa. Beliau memutuskan untuk belajar hidup mandiri. Untuk hidup mandiri, maka ada kebutuhan yang bisa ditangguhkan seperti kos, namun ada pula yang tidak bisa ditanguhkan yakni masalah perut. Maka ketika itu beliau membeli mie instan satu kardus untuk dimakan selama satu bulan. Untuk mengatasi kebosanan, beliau memasak mi dengan cara yang berbeda, bahkan kadang tidak dimasak. Saya seperti dapat merasakan penderitaan perut yang beliau alami. Untuk sementara, masalah perut aman.

Lanjut cerita, beliau mendapat kalung emas dari orang tua sebagai modal bila ingin berusaha sendiri. Maka yang beliau lakukan waktu itu adalah menggadaikan kalung tersebut untuk modal. Usaha yang beliau lakukan saat itu adalah menjual audio untuk kamar teman-teman beliau yang ketika itu sedang marak di Jogja. Henry mudapun mulai membeli audio teman-temannya yang membutuhkan dana dan menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi. Dari sini, beliau sudah mulai dapat menikmati hasil jerih payahnya.

Akhirnya, kalung yang digadaikan dapat diambil kembali dari hasil bisnis audio saat SMA. Saat itu beliau punya audio sendiri, beliau menjual audio juga, bahkan yang paling hebat adalah beliau bisa membeli motor yang di zaman itu adalah motor yang mahal dengan gengsi tinggi. Saat itu beliau merasa menjadi manusia paling gagah di antara kawan-kawannya. Dasar masa muda, hehe.

1.2.   Kuliah mulai lagi dari nol

Lantas beliau melanjutkan kuliah di Arsitektur Universitas Trisakti, namun karena beliau tidak kuat untuk membiayai kuliah, maka beliau memutuskan untuk pindah ke Teknik Industri Universitas Maranatha. Teman-teman kuliah beliau sudah banyak yang membawa mobil dan handphone yang besar. Ketika itu, handphone merupakan suatu barang yang mahal dan bergensi, maka beliau menjadi orang yang paling miskin di antara teman-temannya, padahal saat meninggalkan SMA, beliau merupakan orang yang paling kaya.

Beliau memulai bisnis ketika kuliah dengan mengambil mainan dan menjualnya kembali ke mal-mal, pasar-pasar, toko-toko, dan tempat lain yang mungkin beliau datangi. Akhirnya, anda percaya atau tidak, semester 3 beliau sudah membawa mobil BMW dan handphone dari keringat beliau sendiri. Lalu cerita-cerita selanjutnya beliau ceritakan sekilas.

2. Nilai-nilai yang selalu beliau pegang dalam berbisnis.

2.1.Jangan Membuang Waktu Lagi

2.1.1. Nikmatnya Berbisnis saat Menjadi Mahasiswa

Bisnis sebelum kuliah itu enak, kenapa? Karena orang tua tentu tidak gengsi dong, toh kita masih kuliah, justru orang tua akan bangga dengan berkata “wuih, anak saya masih kuliah saja sudah berani untuk bekerja keras mandiri, bangga saya”.

Bandingkan dengan ketika gelar S1 sudh di tangan, ITB pula, baru mulai bisnis. Bisnis tahu misalnya, maka mau ditaruh dimana muka orang tua ketika orang lain menanyakan pekerjaan kita sebagai seorang lulusan Institut Terbaik Bangsa. Lalu, kita akan mencari perasaan-perasaan aman, dengan mencari perkerjaan yang hasilnya sudah pasti. Mau bisnis? Susah dong, karena mentalnya sudah mental “cari aman”.

Oleh karena itu, mumpung masih kuliah, segera mulai bisnis! Toh salah itu tidak apa-apa, kan mahasiswa. Apalagi saat mahasiswa, anda tidak akan gengsi untuk bisnis disana-sini, ambil resiko sana-sini, pinjam uang sana-sini. Toh orang akan memaklumi, kan mahasiswa. Beda ketika kita sudah lulus kuliah baru mulai, maka kita akan malu untuk pinjam sana-sini, ambil resiko pun kita takut. Bukan bermaksud menjudge semua seperti ini, namun menurut pengalaman dan penglihatan Pak Henry, memang seperti itulah yang terjadi.

 2.1.2. Jangan Tunda Lagi !

Bila kita ingin menunda lagi, iIngatlah bahwa umur kita akan semakin bertambah, kesehatan akan berkurang, belum lagi bila nanti sudah menikah yang akan mulai menjadi beban. Maka lihatlah nanti kita akan semakin tidak berani mengambil keputusan.

Ingat, waktu dan tenaga adalah hal yang sangat berharga.

Waktu dan tenaga tersebut sedang optimum saat ini, saat menjadi mahasiswa.

Menikmati kekayaan paling enak ya pas muda. Menikmati mobil ferrari yang bisa ngebut dengan kecepatan 200 km/jam itu lebih enak waktu muda atau sudah tua? Tentu saat muda, karena saat tua kita akan takut nanti bila jatuh, anak-istri saya bagaimana, atau takut karena adrenalin sudah tak seheboh dahulu saat muda, atau saat mencoba suatu tantangan seperti bermain selancar di laut, maka anda akan takut akan kesehatan anda yang sudah mulai melemah. Jadi tunggu apa lagi!

2.1.3. 10 hari ini, 1Miliar nanti

Apa yang dilakukan hari ini akan berakibat untuk hari esok, lalu akan berakibat satu tahun lagi, dan akhirnya berakbat sampai sepuluh tahun lagi. Semua yang saya alami dalam hidup saya ternyata urut, jadi karena saya melakukan step 45 maka saya menjalani step 46, maka jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan bersantai-santai. Lakukan yang terbaik hari ini! Karena apapun yang kau tanam hari ini, pasti akan kamu tuai nanti. Kalau boleh saya tambahkan, saya pernah membaca sebuah nasihat berbahasa inggris yang kurang lebih maknanya seperti ini “hanya karena berbeda 10 di awal perjalanan, dan berjalan 1 km, maka kita akan terpisah 17 meter” waw, jauh juga ternyata.

Segera mulai saat ini! Nanti akan datang orang yang dahulu bernasib sama namun anda menjadi lebih bruntung, sehingga ketika ia hendak memulai bisnis maka ia harus sabar memulai dari awal dan lama tentunya.

Saat ini, cukup berubah 10, tidak perlu kok berubah langsung samai 1800. Tapi kalau tidak mau ya sudah tidak apa-apa.

 2.1.4. Bagaimana dengan Kuliah saat ini?

Selesaikan saja kuliah anda saat ini, tidak menjadi yang terbaik tidak apa-apa, namun bila bisa maksimal cumlaud, ya kenapa tidak. Saat kuliah adalah saat terbaik untuk mengasah intelektualias kita. Disini kita membuat pola pikir, cara berpikir, dan mencari pergaulan yang akan sangat menentukan di kehiduan selanjutnya nantinya.

Tua itu pasti. Sukses itu pilihan. Pilih hari ini atau besok.

 

2.2.  Berani Ambil Resiko

 Hal yang biasa terjadi:

Langkah pertama, mungkin kamu akan berjalan bersama 15 orang, masih semangat nih. Namun ketika bisnis tersebut jatuh, terasa sakit, maka mungkin hanya setengah saj ayang mampu berdiri dan mau untuk melanjutkannya lagi, ya anggaplah 7 orang. Lalu dari 7 orang ini, bisnis yang kalian jalani akan jatuh lagi dengan luka yang lebih sakit dari yang pertama, mentalpun kena. Selanjutnya tinggal 2 orang yang masih siap berdir. Yang lain sudah “kapok” untuk berusaha, mereka tidak sabar dalam menghadapi saat-saat gagal, mending jadi karyawan yang bulan pertama saja, karyawan sudah mendapat gaji. Namun, sudah tinggal 2 orang pun, tidak menjamin mental bisnis mereka kuat, karena akan ada saat jatuh sekali lagi, dan mungkin hanya akan tinggal 1 yang siap meneruskan jatuh bangunnya bisnis ini.

Ingat, latar belakang kita tidak menentukan kesuksesan kita nantinya. Jadi jangan pernah mengkambinghitamkan apapun, entah latar belakang orang tua yang kurang berkucukupan sehingga tidak bisa memberi modal maupun hidup saat ini yang masih pas-pasan. Ingat, terdapat 1001 jalan menuju Roma. Bila gagal coba lagi, lalu jangan pernah bilang bahwa saya gagal.

2.2.1. Jangan bilang anda tidak mampu.

Sekarang, bila saya memegang stopwatch dan meminta anda berlari secepat mungkin dengan batas kemampuan yang menurut anda dapat anda lakukan waktu itu. Maka, anda akan tercengang ketika anda dikejar anjing bahwa ternyata anda itu dapat berlari lebih kencang dari kecepatan anda yang anda bilang sudah maksimal itu. Bahkan, mungkin ada akan dapat melompati sungai yang tadinya anda tidak mampu melompatinya. Itu semua karena anda merasa harus benar-benar mengeluarkan kekuatan anda karena ini adalah masalah nyawa. Ternyata, anda masih punya power yang tersembunyi.

Ingat, kita tidak diciptakan tanpa mining. Allah telah memberi kita sebegitu banyak potensi untuk dapat kita manfaatkan, maka kita harus mengisi hidup kita dnegan susuatu yang lebih berarti.

2.2.2. Bisnis bukan pakai kalkulator

Melangkah dahulu baru berpikir, bukan berpikir dahulu baru melangkah. Karena bila anda melangkah dahulu baru berpikir, maka sungguh aanda tak akan pernah melangkah, kenapa? Karena akan berpikir, kalau saya melakukan langkah ini, nanti gagal disini, kalau saya melakukan langkah itu saya akan gagal disitu, dan ini, dan itu, dan anu. Lalala. Kalau ada orang yang mengajari bisnis itu harus pakai otak kanan, maka beliau menjalankan bisnis bukan dengan otak kiri maupun otak kanan, namun tanpa otak, alias nekat! Karena, memang bisnis itu harus siap untuk rugi. Dan bukan profit yang penting dari sebuah bisnis yang baru berdiri, tapi pengalaman, ilmu, itulah yang tak ada di bangku kuliah.

2.2.3. Yang membuat diri kita sukses adalah diri kita sendiri, bukan orang lain!

Sebutlah Iwan diceritakan bahwa bila melewati kuburan maka kamu akan melihat kuntilanak, pocong ngesot. Maka ketika dia memang harus melewati kuburun itu sendirian malam-malam, awalnya dia akan mencoba melewatinya, namun ketika dia mendengar suara berisik, dia akan mulai ketakutan dengan melihat ke kiri, ke kanan, dean, belakang, atas, bawah. Apalagi bila suara itu berkali-kali, maka dia akan berpikir macam-macam dan segeralah ia berbalik lari ke belakang. Dan ternyata semua itu bukan suara kuntilanak ataupun pocong, bisa angin, ataupun kucing saja. Anda lihat, yang membuat kita gagal ternyata adalah diri kita sendiri yang takut karena memunyai persepsi macam-macam. Jadi sekali lagi, yang membuat tembok kegagalan adalah diri kita sendiri.

Kita semua bisa sukses. Kita semua punya potensi yang luar biasa, tinggal kita mau memanfaatkan.

Memang tidak gampang menjadi pengusaha, lihatlah Pak Willy (beliau menunjuk asisten beliau yang siang, malam marus selalu siap menghadapi client, siap menghadapi banyak masalah, complain, namun semua itu pasti akan berbeda dengan bila kita bekerja sebagi karyawan. Saya (saya) menjadi ingat sebuah nasehat “High Risk, High Return”.

Tinggal kapan mau mulai, kapan mau sukses? Ditunda lagi? Kalo tidak, segera mulai sekarang.

Saat berbisnis, kepahitan yang kita rasakan akan memantulkan kesuksesan kita nanti. Semakin pahit yang kita rasakan dalam berusaha, maka akan semakin tinggi tingkat kesusesan yang biasa akan dicapai. Jadilah apa yang kamu inginkan, dan saat orang lain melihat kamu sukses, ceritakan kepahitan-kepahitan yang kamu rasakan. Orang lain yang sekarang belum sukses adalah yang dahulu menyia-nyiakan waktunya. Dahulu saat saya bekerja keras menjual kesana-kemari, saya banyaik melihat teman saya hanya bersantai-santai sambil mengandai-andai, nanti kalau saya sudah sukses saya akan ini-itu, namun ia tidak pernah memulai apa-apa. Ia berkata, “nanti deh, masih banyak waktu ini”.

2.2.4. Kebanyakan Isi Otak Mahasiswa Saat Ini

Biasanya habis kuliah, kerja dulu 2-3 tahun, sambil mencari pengalaman dan modal, lalu nanti akan keluar dan memulia bisnis. Namun, bulan pertama, anda akan merasakan gaji pertama dan anda akan merasakan, “oh enak ya, dapat sesuatu yang pasti gini tiap bulan” dan semakin bulan berlalu, mental seperti ini akan semakin tertanam, bahwa enak kok jadi karyawan, dan bila hendak kembali kepada idealisme menjadi pengusaha setelah bekerja akan segera turun karena ia tahu bahwa menjadi pengusaha itu bisa untung, tapi juga bisa rugi, nanti kalau rugi anak istrinya makan apa? Muncul pikiran-pikiran lain yang tidak ingin mengusik zona nyaman menjadi pegawai dengan resiko-resiko yang ada ketika berbisnis.

2.3.  Kekayaan, Kesehatan, Kehormatan

Oh ya, dalam hidup ini, tidak cukup kaya, yang anda butuhkan adalah “Kekayaan, Kesehatan , dan Kehormatan”. Bila anda kaya dan terhormat setelah lama mengumpulkan kekayaan, namun anda terkena stroke, maka tak kan berarti semua kekayaan dan kehormatan itu. Bila anda sehat, dan terhormat namun anda miskin, maka susah juga bila anda ingin menolong orang lain atau hendak melakukan tindakan lain, karena hidup ini mau tak mau memang membutuhkan uang. Yang paling parah adalah bila anda sehat, kaya namun tidak terhormat semisal orang-orang mencomooh anda karena tahu bahwa harta anda didapat dari hasil mencuri, maka tak berarti semua kekayaan anda. Maka kesehatan optimal adalah saat muda, kaya dan terhormatlah saat muda. Untuk itu tak ada plihan lain selain memulainya sekarang juga! Gunakan kesempatan dan kesehatan.

Mumpung masih muda, bangunlah pukul 3 pagi, segera mandi, mulai kerja keras, pulang larut pun tak apa. Beda dengan bila anda baru memulai bisnis sudah tua, anda akan merasakan bangun jam 3 agi, maka besok anda harus kerokan karena masuk angin.

Mumpung masih muda, segera mulai saja, modal kita adalah iman. Yang harus kita lakukan adalah usaha semaksimal mungkin, masalah hasil biarlah Allah yang menentukan. Bila anda berusaha dan hasil merasa ada di tangan anda, maka anda akan frustasi, coba saja.

Waktu ini jangan dibuang. Jangan sampai anda ketemu saya dan anda belum menjadi apa-apa, kemana 5 tahun berlalu?

Apapun entrepreneurmu itu baik, yang penting mulai dari hari ini! Karena akan menentukan besok, setahun lagi, 5 tahun lagi!

2.4.  Tujuan Berbisnis

Hidup kok biasa-biasa saja. Buat apa hidup kalau biasa-biasa saja. Kata sukses itu tidak akan pernah ada limitnya, ketika belum berpenghasilan, maka saya berandai-anda bahwa ketika saya berpendapatan 1 juta, maka saya akan bahagia dan berkecukupan, ternyata tidak , naiknya penghasilan mengakibatkan naiknya kebutuhan, akhirnya satu juta pun tidak cukup. Naik menjadi 5 juta, namun siklus ini akan berulang lagi sampai 10 miliar pun mungkin kurang.

Jangan pernah bekerja untuk mendapatkan uang. Tapi buatlah uang itu bekerja untuk anda. Karena ketahuilah, ketika kita bekerja untuk uang, maka kita akan menjadi tamak dan rakus bila ada kesempatan di depan kita untuk kita ambil. Untuk itu saya akan memberi tahu kunci sukses.

Saat muda, jatuh bangun itu tidak apa-apa. Yang penting itu bukan hasil, tapi pengalaman. Karena bila pada awal bisnis yang kita kejar adalah profit, maka kita akan meminimalisir pelayanan kita kepada konsumen dan membuat mereka malas untuk kembali lagi ke perusahaan kita. Beda bila yang kita cari adalah pengalaman dengan mengutamakan kenyamanan konsumen. Perbanyajk added value untuk menunjang kepuasan konsumen. Ketika konsumen puas, maka ia akan kembali lagi dan kembali lagi, lalu ia akan menceritakan ke orang lain, dan kemampuan marketing terbaik adalah marketing dari mulut ke mulut.

2.4.1. Yang Penting Itu Bukan Hasil, Tapi Pengalaman

Sekali lagi, yang penting itu bukan hasil, tapi pengalaman. Cari polanya, bila harus mengahdapi badai cobaan seperti ini, maka kita akan terbiasa mengatasinya. Tentu saja badai tidak hanya satu macam, maka pengalaman untuk menghadapi tiap badai itu akan sangat berharga. Pengalaman dan strategi untuk menghadapi tiap permasalahan merupakan hal yang paliong mahal yang tidak mungkin didapatkan di bangku kuliah.

Mulailah dengan berani ambil resiko. Anda masih muda, masih mahasiswa. Melangkah saja dulu, bila gagal, melangkah lagi, bila gagal, melangkah lagi, begitu seterusnya.

2.4.2. Kunci sukses = DUIT

D : Doa, sebelum mencari rizki, jangan lupa untuk meminta dahulu pada yang Maha Memiliki segalanya di dunia ini. Bahasa Jawanya itu “kula nuwun karo Gusti Allah”

U : Usaha semaksimal mungkin, bila gagal, coba lagi, bila gagal, coba lagi, bila gagal coba lagi. Jangan pernah kenal kata putus asa.

I : Iman, inilah adalah hal prnting saat mencari rizki, percayalah bahwa segala sesuatu sudah diatur Allah. Percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh.

T : Taat, Takwa. Biasanya orang akan tergelincir saat sukses, maka ketaatan perlu dibangun. Allah akan mengingatkan kita ketika melenceng dari jalan yang benar dengan menjatuhkan bisnis kita, bila sudah sukses dan melenceng lagi maka akan Allah jatuhkan lagi, semua itu Allah lakukan adalah untuk kebaikan kita, supaya kita bertaubat, kembali ke jalan yang benar. Saya pernah mencoba inex, minuman keras, dan lain-lain. Pas susah, tiap hari ke masjid, tapi pas seneng, susah, hahaha.

 

  1. 3.  Sekilas Tanya Jawab

Berbicara mengenai mengatasi lawan seperti lawan yang membanting harga Seperti yang saya ceritakan tentang: 1. Cari pengalaman dulu, bukan untung, 2. Jiwai bisnis, buat orang lain puas, dan biarkan mereka datang lagi dan bercerita ke orang lain tentang usaha kita, maka lawan pun  lewat.

Berbicara mengenai iklan, iklan adalah umpan untuk orang lain memasuki usaha kita. Bila umpan itu masih belum menarik banyak orang, maka pasti ada yang salah dari umpan kita. Ilmu yang saya gunakan adalah sebagai berikut. Orang Indonesia itu gila brand. Yang ktia lakukan adalah memunculkan brand kita. Segmen luasnya adalah lewat iklan di koran, TV, radio, atau media masa lainnya. Cara lownya adalah dengan event dimana di-event tersebut kita beri promo yang besar dengan memaksa mereka menjadi member dengan cara-cara khusus.

Berbicara mengenai networking, jangan pernah membatasi pergaulan dengan siapa saja, namun jangan juga mengikuti hal negatif dari pergaulan yang negatif, ambil positifnya saja. Saat bernetwork, jangan pernah berpikir, saya berkwan dengan dia karena dia kaya atrau pintar atau merupakan relasi si anu.  Berkawan dengan tuluslah dengan siapapun. Karena kita tidak akan pernah tahu orang yang kita temui akan menjadi apa. Berkomunikasi merupakan sesuatu yang sangat penting. Jangan pernah sungkan atau malu untuk berkenalan dengan orang. Sering kali saya berbisnis dengan orang yang saya kenal dari bincang ringan dengan orang tak kenal saat menungggu pesawat di bandara.

Berbicara masalah hutang, hutang itu boleh, asalah kita bisa bertanggung jawab. Bila kita berjanji akan melunasi tanggal 20, maka komitmenlah untuk benar-benar melunasi tanggal 20. Namun bila anda tahu bahwa sepertinya anda belum bisa membayar, katakan saja dnegan jujur, bukan lari.

Kita tidak akan pernah bisa hidup sendiri.

4. Kesimpulan

Semua cerita panjang beliau saya ringkas dalam 2 kalimat:

Mulai bisnis sekarang juga, waktu tak akan mau menunggumu. Allah tidak menciptakan kita untuk tanpa tujuan, oleh karena itu kita harus berusaha untuk selalu melakukan yang terbaik dan terus memperbaiki diri.

5. Penutup

Saya segera teringat bahwa ternyata semua yang beliau ucapkan sudah ada di Al-Qur’an sejak 14 abad yang lalu, namun baru benar-benar bisa saya resapi saat ini.

1.  Demi masa.

2.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

{QS Al-Ashr (103) :1-3}

Semoga bermanfaat.

Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan. Segala kebaikan datangnya dari Allah, segala keburukan datangnya dari diri ini.