Rumus kepemimpinan itu sederhana. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Bila pemimpin tidak bisa memimpin,maka pengikut tidak akan mengikuti. Kemauan seseorang untuk mengikuti dinamakan komitmen. Pemimpin hanya akan diikuti bila yang dipimpin itu percaya kepada pemimpinnya. Dengan kata lain, komitmen dari rakyat hanya diberikan kepada orang yang dapat dipercaya.

Jauh sebelum memimpin, Muhammad SAW sudah diberi gelar oleh masyarakatnya dengan gelar yang tidak pernah ada sebelumnya dan tidak lagi ada sesudahnya. Tidak ada satu kampuspun di dunia yang berani memberi gelar ini kepada lulusannya, termasuk kepada dosennya. Gelar itu adalah “Al-Amin”, artinya seorang yang sangat terpercaya, atau disebut juga kredibel.

Faktor kredibilitas itu minimal ada 3:

1. Jujur
Jujur itu berarti terpercaya, tidak dusta, tidak bohong, tidak ada janji yang diingkari, tidak ada amanah yang dihianati. Orang yang jujur dapat memaksimalkan waktu tenanganya untuk maju dengan pesat. Kenapa? Karena waktu orang yang tidak jujur akan habis untuk menyembunyikan ketidakjujuran. Sekali kita berbohong, kebohongan itu akan mencuri waktu kita dan kebohongan itu akan menjadi penjara bagi kita. Kita akan kehilangan sebagian hidup kita hanya untuk melindungi ketidakjujuran kita. Celakanya lagi, untuk menyembunyikan kebohongan itu, kita harus berbohong lagi. Jadilah kita menjadi orang yang pandai berbohong. Na’udzubillah min dzalik.

Orang jujur disukai siapapun, orang tua senang kepada anak yang jujur, guru senang kepada murid yang jujur. Banyak orang yang hendak berbisnis berkata, “kami susah mencari modal”, padahal para pemilik modal hanya berkata “Kami kesulitan mencari uang jujur untuk menjalankan bisnis kami”. Tiap orang mencari orang jujur, perusahaan mencari karyawan jujur, karyawan suka atasan yang jujur. Semua orang senang dengan orang jujur. Tampil saja menjadi orang jujur.
Orang yang tidak jujur saja senang kepada orang yang jujur, apalagi orang yang jujur? Koruptor saja tidak mau ditipu padahal dirinya sendiri tukang tipu. Seorang suami yang selingkuh tetap ingin istrinya tidak selingkuh.

Namun kenapa bangsa ini dikenal sebagai bangsa korup alias bangsa yang tidak jujur? Hal ini disebabkan kurangnya iman. Bila kita sudah yakin bahwa Allah telah selesai menetapkan rizki kita sebelum lahir, lantas kenapa kita harus licik? Oleh karena itu, jangan pernah memilih pemimpin yang tidak mengenal Allah karena dia hanya akan mencari dunia, dan rakyatlah yang akan menjadi korban. Na’udzubillah min dzalik.

2. Memuaskan
Kepuasan masyarakat itu didapat dari pengamatan mereka terhadap kinerja kita. Bila kita sering malakukan pekerjaan yang memuaskan, orang-orang akan semakin percaya kepada kita. Namun bila yang masyarakat lihat justru kumpulan kekecewaan, maka masyarakat akan semakin tidak percaya kepada kita. Ketahuilah, wibawa kita akan jatuh ketika kita terbiasa berbuat kesalahan. Berbuat kesalahan itu manusiawi, asalkan kesalahan tersebut justru membuat kita bangkit untuk mau belajar dan menjadi lebih baik.

Dalam pikiran seorang pemimpin yang ingin kredibel, hanya ada satu hal dalam otaknya, yakni bagaimana dia berkhidmat bisa memuaskan orang yang dipimpinnya. “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan kaum tersebut”, sabda Nabi Muhammad SAW. Pemimpin itu bukan penguasa bagi orang yang dipimpinnya. Justru pemimpin itu harus menjadi orang yang paling banyak pengorbanan tenaganya, paling banyak pengorbanan pikirannya, paling banyak pengorbanan hartanya, bagi orang yang dipimpinnya. Dia boleh tidak punya apa-apa, yang penting rakyat dan umatnya sejahtera, itulah yang dilakukan Baginda Rasulullah SAW. Nabi muhammad kaya, tetapi habis kekayaannya dinafkahkan untuk melayani umatnya. Jangan terbalik, umat jadi miskin pemimpin jadi kaya, ini tidak boleh.

3. Inovatif untuk Solutif.
Siapapun yang dipilh menjadi pemimpin, awalnya akan dipuji. Namun bila dalam beberapa bulan tidak bisa menunjukkan perbaikan bagi yang dipimpinnya, maka pujian itu akan berubah menjadi cercaan. Kalau seseorang yang dipilih menjadi pemimpin tidak menjadi bagian dari solusi, maka maaf-maaf saja, jangan bangga dipilih menjadi pemimpin dan jangan bangga pula diberikan jabatan. Jabatan itu awal kehinaan kalau kita tidak mampu terus mengembangkan kemampuan diri kita menjadi solusi.

Lihatlah para pembuat handphone yang selalu berlomba untuk menjadi yang terbaik. Meraka tahu bahwa handphone yang tahun yang lalu dicari banyak orang, tahun ini pasti sudah hampir tidak laku. Maka, ciri khas orang yang akan kredibel itu bukan dilihat dari uangnya, tetapi dilihat dari bagaimana dia mengembangkan dirinya terus menerus. Seorang pemimpin itu harus mau belajar kepada siapapun, berlatih untuk mengendalikan diri, terus mencari ilmu, mencari inputan, mencari wawasan baru, iapun tidak pernah malu. Semakin dia mengembangkan kemampuannya, insyaallah dia makin kreatif dan menjadi solusi bagi negeri ini.

Mudah-mudahan Allah Yang Maha Tahu siapapun, mengaruniakan kepada kita orang-orang yang jujur terpercaya, cakap memuaskan serta kreatif, inovatif, untuk menjadi solusi bagi negeri ini. Amin Ya Allah, ya Rabbal ‘Alamin.