Peluang Bisnis Berdasarkan Kearifan Lokal atau Potensi Daerah-Daerah di Indonesia

Ada sebuah paradigma yang mengatakan bahwa Bali lebih terkenal dari Indonesia. Meskipun hal ini belum disurvei dan dapat digunakan untuk mewakili wawasan semua orang di dunia, namun setidaknya kita menjadi tahu bahwa Indonesia belum seterkenal Bali. Bahkan ketika ada seorang Amerika ditanya dimanakah letak Indonesia, ia berkata “Indonesia itu sebelah mananya Bali?”. Hal ini menunjukkan adanya kekurangoptimalan promosi Indonesia di mata dunia. Padahal kita tahu bahwa Bali hanyalah salah satu di antara beribu tempat wisata di indonesia, namun Bali dapat menarik pelacong dari seluruh penjuru dunia. Bayangkan bila beribu tempat wisata yang ada dapat menarik pelancong ke Indonesia, biarkan mereka menikmat keindahan alam, indahnya tarian, nikmatnya kuliner, serta ramahnya bangsa ini, maka bukan tak mungkin sektor pariwisata dapat menjadi ladang emas bagi entrepreneur untuk mengentaskan kemiskinan di daerahnya dengan menyedot tenaga kerja di tiap daerah di Indonesia.

Mari sejenak kita menilik kepada Malaysia. Negara ini kaya akan budaya. Pun Indonesia kaya akan budaya, bahkan lebih kaya. Bagaimana Indonesia tidak disebut sebagai bangsa yang kaya akan budaya, bila bangsa ini memiliki 1128 suku. Tiap suku memiliki kekhasannya masing-masing, mulai dari makanan khas, tempat wisata yang khas, kerajinan yang khas, bahasa yang khas, pakaian yang khas, rumah yang khas, dan lain-lain.

Tak ada salahnya bila kita mencoba membuat sebuah gagasan sederhana mengenai bangsa ini yakni gagasan tentang strategi pemasaran. Bila Malaysia mempunyai slogan “Malaysia trully Asia”. Maka bukan tak boleh Indonesia mempunyai slogan “Indonesia, Symphony of Turism”. Kata “Tourism” mencoba untuk menggambarkan indahnya pariwisata yang ada di Indonesia. Kata “Symphony” menunjukkan ada banyaknya wisata dari ujung timur hingga ujung barat, mengalun menjadi alunan wisata yang akan selalu menyuguhkan kekhasannya di tiap daerah.  Sehingga dari slogan yang ada kita dapat memberi gambaran kepada dunia bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki tempat pariwisata yang tak ada habisnya.

Sekali lagi, mari kita beritahukan kepada dunia bahwa Indonesia kita memiliki tempat wisata yang beragam nan eksotik, ragam kuliner yang menggiurkan nan memanjakan lidah, berbagai kerajinan tangan nan memikat hati, banyaknya tarian yang menawan tiap mata yang melihat, bermacam-macamnya budaya yang dapat kita kaji, dan masih banyak potensi budaya yang dapat kita jadikan objek wisata. Tak ada alasan bagi penduduk dunia untuk tidak memiliki keinginan yang besar agar segera mengunjungi negara seindah Indonesia. Lalu biarkan para pelancong kembali ke negara masing-masing dengan membawa oleh-oleh dalam sebuah tas belanja yang bertuliskan “INDONESIA, SYMPHONY OF TOURISM”.