Silakan gelisah bila melihat dua pernyataan yang saya tebalkan.

Bila hanya mencari materi, kita sama dengan hewan.

Hewan lahir, kita juga lahir. Hewan makan, kita juga makan. Hewan mencapai masa dewasa lalu timbul gairah sex dan beranak pinak, kita pun seperti itu. Akhirnya hewan itu mati, maka kita pun mati. Bahkan di dunia hewan ada kompetisi, pun di dunia manusia ada kompetisi. Kompetisi memperbutkan wanita dan makanan misalnya. Hewan mencari makan untuk bertahan hidup, kita pun sama. Manusia dan hewan sama-sama mencari materi untuk bertahan hidup. Sedikit perbedaan adalah kita mengalami civilizing. Kita memakai baju, sekolah, bekerja, berorganisasi, dan lain-lain yang hewan itu tidak sanggup  melakukannya.

Lalu hanya seperti itukah hidup kita? Hidup yang (maaf) seperti hewan?

Dunia tak akan pernah adil.

Ada yang sekolah sampai S3, tapi miskin. Ada yang lulusan SMP tapi kaya raya. Yang lebih sadis adalah kita sering melihat maling motor dibakar masa sedangkan koruptor mencuri uang negara milyaran hanya dipenjara lima tahun. Ada pula Amerika Serikat dimaklumi marah saat gedung WTC diserang yang menyebabkan sekitar 3000 orang terbunuh. Akan tetapi, tidak pantaskah jika umat Islam marah ketika pasukan Amerika terus menerus membunuh rakyat sipil di Irak dan Afghanistan? Dan masih banyak contoh ketidakadilan di dunia ini.

Can you see this unjust world? Lalu dimana letak keadilan?

“Never mind, it’s just a game” 

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya. [QS Al An’aam (6) : 32]

There is a life after this life. Ada kehidupan lagi setelah kehidupan ini. Kehidupan yang sesungguhnya itu akan adil. Kebaikan sekecil apapun akan dihitung, pun kejahatan sekecil apapun akan dihitung. Lalu semua perbuatan akan dibalas dengan seadil-adilnya. Tak ada yang dizalimi karena ketidakadilan seperti di dunia ini.

Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. [Al-Zilzal (99) :7-8]

Permasalahan ketidakadilan dunia ini sudah terjawab. Lalu, bagaimana menjawab apa perbedaan kita dengan hewan bila kita sama-sama hanya mengejar materi untuk bertahan hidup?

Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku [QS Adz-Dzariyat (51) : 56]

Jadi tujuan kita diciptakan tak lain adalah untuk menghamba kepada Allah. Ternyata kita salah bila hidup di dunia ini hanya untuk mencari materi dan bertahan hidup. Kita tidak salah bila dalam hidup ini mencari materi, selama materi yang kita cari adalah untuk menghamba kepada Allah. Sudahkah segala yang kita lakukan ini adalah untuk menghamba kepada Allah?

Oh, ternyata it’s so simple, logis, dan menenangkan.